KROMOSOM RAKSASA PDF

Junaid, D. Wahluyo, D. Oktavia, F. Murobby, N.

Author:Milabar Kigaramar
Country:Anguilla
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):3 February 2017
Pages:100
PDF File Size:7.90 Mb
ePub File Size:6.75 Mb
ISBN:799-9-89153-267-5
Downloads:32704
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kazisho



Latar Belakang Mahasiswa biologi pasa zaman ini sangat beruntung karena kita berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat. Biologi telah menjadi berita berhari-hari. Biologi adalah ilmu yang mengundang inspirasi, biologi adalah ilmu yang penting. Kini kita semakin dekat menuju pemahaman mengenai bagaimana sel tunggal tumbuh atau berkembang menjadi tumbuhan dan hewan, bagaiman fikiran manusia bekerja, dan bagaimana kehidupan yang begitu beragam di muka bumi ini.

Untuk mahasiswa dan pengajar biologi tiada masa terindah seindah masa ini. Salah satu pokok pembahasan di dalam ilmu biologi adalah genetika dan evolusi yang dimana selain mempelajari teori tentang genetika dan evolusi kita juga mempelajari praktikumnya. Yang dimana dalah satu unit praktikum dalam praktikum genetika dan evolusi adalah kromosom raksasa.

Dimana dalam mengamati kromosom raksasa yang digunakan adalah larva lalat buah Drosophila melanogaster instar III dan dimana kromosom rakssa pada larva itu terletak pada bagian anteriornya yang tepatnya pada kelenjar ludah.

Kkromosom raksasa memiliki ukuran yang lebih besar dari kromosom biasanya. Oleh karena itu untuk mengetahui bagaimana bentuk dan morfologi dari kromosom raksasa maka dilakukanlah pecobaan kromosom raksasa ini.

Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati kromosom raksasa pada kelenjar ludah larva instar III dari lalat buah Drosophila melanogaster.

Manfaat Manfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat mengamati secara lansung kromosom raksasa pada kelenjar ludah dari larva instar III dari lalat buah Drosophila melanogaster. Proses endomitosis menghasilkan bentukan kromosom yang besar dan panjang seperti pita, atau yang biasa disebut kromosom polytene. Dalam anonim disebutkan bahwa kromosom dalam kelenjar ludah Drosophila melanogaster membelah beberapa kali tetapi masing-masing strand tidak membelah. Strand-strand tersebut tetap menempel antara satu dengan yang lain.

Dengan kata lain, kromosom raksasa ini memiliki banyak copy gen yang tidak memisah antara satu dengan yang lain, sehingga di dalam satu sel terdapat kopian informasi dari beberapa gen di dalam kromosom. Namun saat terjadi endoreplikasi yang berulang-ulang pada kromosom, ada bagian yang tidak ikut membelah dengan maksimal, yakni daerah sentromer. Sebagai hasilnya, sentromer kromosom tergabung bersama-sama menjadi bentukan padat yang dinamakan sentrosenter Gardner, Kromosom ini disebut kromosom raksasa karena sesungguhnya kromosom ini adalah kromosom interfase yang memiliki ukuran lebih panjang daripada kromosom metaphase sehingga kromosom ini dapat dilihat pada fase interfase dimana pada kondisi tersebut semua kromosom lain tidak terlihat.

Kromosom raksasa dibentuk oleh peristiwa endomitosis, yaitu suatu replikasi yang menghasilkan banyak kromosom yang tidak terpisah satu dengan yang lain.

Struktur kromosom raksasa ini tersusun atas pita terang dan pita gelap. Pita terang mengandung eukromatin dengan lilitan yang renggang sedangkan pita gelap mengandung heterokromatin dengan lilitan yang padat, mengalami kondensasi, dan berperan aktif dalam pembelahan. DNA umumnya terdapat pada pita-pita yang gelap Kimball, Dalam sel yang sedang membelah, kromosom biasanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa.

Akan tetapi untuk mempelajari struktur halusnya, harus digunakan sebuah mikroskop elektron, karena dapat memberikan perbesaran jauh lebih kuat. Kromosom dibedakan atas autosom kromosom tubuh dan kromosom kelamin kromosom seks. Kecuali beberapa hewan tertentu, maka kebanyakan makhluk memiliki sepasang kromosom kelamin dan sisanya merupakan autosom.

Lalat buah Drosophila melanogaster yang sering digunakan untuk penyelidikan genetika mempunyai 8 kromosom, 6 autosom dan 2 kromosom kelamin Suryo, Untuk mendapatkan kromosom raksasa ini perlu didapatkan terlebih dahulu kelenjar ludah larva instar 3 Drosophila melanogaster. Kelenjar ludah ini terletak di daerah antara kepala dengan leher.

Warna kelenjar ludah adalah transparan dan akan berubah menjadi keruh saat ditetesi larutan fiksatif FAA. Kelenjar ludah Drosophila melanogaster berjumlah sepasang dengan bentuk seperti ginjal. Sebelum diamati, terlebih dahulu kelenjar ludah yang telah didapatkan ditetesi dengan acetocarmin. Pemberian acetocarmin ini bertujuan untuk memberikan pewarnaan pada kromosom sehingga kromosom lebih mudah diamati.

Kromosom raksasa yang ditemukan berwarna transparan dengan suatu ciri yang khas yang mudah dikenali, yaitu terdapat garis-garis pita gelap dan terang berseling teratur.

Dengan perbesaran mikroskop lemah, kromosom ini sudah dapat diamati dengan cukup jelas Iqbal, Jenis kelamin kita merupakan salah satu karakter fenotipik kia yang lebih nyata. Meskipun perbedaan anatomis dan fisiologis antara pria dan wanita banyak, dasar kromosom seksnya sedikit lebih sederhana.

Pada manusia dan mamalia lain, seperti pada lalat buah, ada dua varietas kromosom seks dilambangkan dengan X dan Y. Seseorang yang mewarisi dua sifat X, satu dari masing-masing orang tuanya biasanta berkembang dari sebuah zigot yang mengandung satu kromosom X dan satu kromosom Y. Disamping dalam menentukan jenis kelamin, kromosm seks, terutama kromosom X, memiliki gen-gen untuk banyak karakter yang tidak berkaitan dengan seks Campbell, Kromosom raksasa biasanya ditemukan pada stadium larva.

Hal ini dapat dimengerti karena dengan adanya replikasi kromosom yang berulang-ulang untuk membentuk kromosom raksasa ini akan menguntungkan bagi larva yang sedang tumbuh dengan cepat daripada jika sel tersebut tetap diploid. Pembentukan kromosom raksasa tidak hanya terjadi pada kelenjar ludah larva prepupa Drosophila melanogaster tetapi juga terjadi pada sel-sel perawat pada ovarium, sel folikel yang mengelilingi oosit, sel-sel lemak, sel usus dan histoblas abdominal.

Jadi selain pada kelenjar ludah, kromosom raksasa juga ditemukan pada sel-sel tersebut. Perbedaannya adalah pada letak penggembungan. Seperti halnya kromosom biasa lainnya, kromosom raksasa ini juga berfungsi untuk mengatur kegiatan metabolisme di dalam sel dan mengatur semua sistem kerja di dalam sel tersebut Iqbal, Seperti halnya kromosom biasa lainnya, kromosom raksasa ini juga berfungsi untuk mengatur kegiatan metabolisme di dalam sel dan mengatur semua sistem kerja di dalam sel tersebut Anonim,

U.S.AMENDMENTS PDF

Pengamatan Kromosom Raksasa pada Lalat Buah (Drosophila melanogaster)

Proses endomitosis menghasilkan bentukan kromosom yang besar dan panjang seperti pita, atau yang biasa disebut kromosom polytene. Strand-strand tersebut tetap menempel antara satu dengan yang lain. Dengan kata lain, kromosom raksasa ini memiliki banyak copy gen yang tidak memisah antara satu dengan yang lain, sehingga di dalam satu sel terdapat kopian informasi dari beberapa gen di dalam kromosom. Namun saat terjadi endoreplikasi yang berulang-ulang pada kromosom, ada bagian yang tidak ikut membelah dengan maksimal, yakni daerah sentromer. Sebagai hasilnya, sentromer kromosom tergabung bersama-sama menjadi bentukan padat yang dinamakan sentrosenter. Ciri khas dari kromosom raksasa adalah terdapat garis-garis pita gelap dan pita terang yang tersusun teratur berselang-seling. Menurut Kimball , pita terang pada kromosom raksasa ini merupakan eukromatin dengan lilitan renggang.

EPIKO NG MARAGTAS PDF

KROMOSOM RAKSASA

Sebelumnya, kelenjar ludah diisolasi dari larva dengan cara memisahkan bagian kepala dengan bagian badan dari larva Drosophila melanogaster menggunakan jarum pentul dibawah mikroskop stereo. Diperoleh bentukan memanjang bercabang berwarna bening yang diindikasikan sebagai kelenjar ludah, kemudian dibersihkan dari lemak-lemak yang masih menempel pada kelenjar ludah tersebut. Kelenjar ludah yang telah bersih dari lemak diberi pewarna asetokarmin dan didiamkan selama menit. Setelah menunggu selama menit, kaca penutup diletakkan di atas kaca objek lalu ditekan agar kelenjar ludah hancur dan sel-sel nya tersebar merata. Sisa asetokarmin dibersihkan dengan kertas penghisap lalu diamati dibawah mikroskop cahaya.

TOP250YN PDF

Juarna, Nuruliawati, N. Resti, W. Setyaningtyas, M. Fauzi, S. Terdapat kromosom yang berukuran lebih besar daripada kromosom normal yang terbentuk dari proses replikasi berulang suatu molekul DNA tanpa diikuti pembelahan sel, sehingga kromosom mengandung molekul DNA yang bertumpuk secara parallel yang disebut kromosom politen. Fungsi dari kromosom politen diantaranya adalah untuk memperbanyak gen, menentukan lokasi gen, dan perubahan struktur dalam kromosom. Organisme yang paling umum dijadikan model untuk pengamatan kromosom politen adalah larva instar III Drosophila melanogaster karena memiliki kromosom politen yang berukuran sangat besar dan jelas.

Related Articles