JURNAL SAPONIFIKASI PDF

Goltit Buletin Peternakan Bulletin of Animal Science aims to publish original research results and reviews on farm tropical animals such as cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, as well as non domesticated Indonesian endemic animals, such as deers, anoa, babirusa, etc. We publish twice a year in June and December, but submissions are welcomed throughout the year. The goal of this journal is to provide a platform for dentists and academicians all over the world to promote, share, and discuss various jyrnal issues and developments in different areas of dental and oral sciences. SinceJML has been using Open Journal System requiring all writers to register in advance before they are allowed to upload the manuscript they write online.

Author:Aragor Vudojinn
Country:New Zealand
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):7 July 2019
Pages:138
PDF File Size:7.64 Mb
ePub File Size:5.21 Mb
ISBN:712-1-45698-986-1
Downloads:17854
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Feshura



Selama proses pemurnian, DALMS merupakan produk samping pada tahap deasidifikasi — deodorisasi yang mengandung beberapa bahan senyawa bioaktif. Jumlah DALMS yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal, hanya dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternakdan sebagian langsung diekspor ke luar negeri. DALMS banyak mengandung senyawa bioaktif, namun untuk mendapat senyawa bioaktif harus dilakukan pemisahan terlebih dahulu sehingga dihasilkan fraksi tidak tersabunkan yang mengandung senyawa bioaktif melalui proses saponifikasi.

Sabun yang didapat dari proses saponifikasi harus memiliki kadar alkali bebas maksimal sebesar 0. It was a side product in the deasidification — deodorisation during the purification process which containing some of bioactive compounds.

DALMS are contained many bioactive compounds, but it must be separate in advance to be done as unsaponification fraction which contained bioactive compounds. The saponification process must be obtained the soap with non alkaline levels maximum of 0. Selama proses pemurnian minyak sawit dihasilkan DALMS yang merupakan hasil samping pada tahap proses deasidifikasi-deodorisasi yang mengandung senyawa bioaktif yaitu vitamin E, fitosterol ,dan skualen.

Saponifikasi yang digunakan tanpa penambahan etanol sebagai pelarut tambahan. Penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya saponifikasi menggunakan pelarut etanol. Penggunaan etanol akan meningkatkan biaya produksi sabun yang semakin tinggi sehingga nilai jual produk yang dihasilkan pun akan terlampau tinggi.

Disamping itu penggunaan etanol sebagai pelarut dapat memberikan residu pada sabun murni yang dihasilkan. Residu tersebut juga mempengaruhi hasil senyawa bioaktif yang didapat. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi optimum proses saponifikasi tanpa etanol untuk menghasilkan sabun yang murni dan fraksi tidak tersabunkan dari DALMS yang mengandung senyawa bioaktif.

Penelitian ini dapat menjadi bahan informasi bagi dunia industri oleokimia maupun industri pangan dan farmasi di Indonesia karena terkandung senyawa bioaktif dalam DALMS yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Hasil dari jurnal ini menyimpulkan bahwa kondisi optimum proses saponifikasi DALMS tanpa etanol dapat menghasilkan senyawa bioaktif yang lebih tinggi dibandingkan saponifikasi menggunakan etanol. Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit Elaeis guineensis Jacq. Tanaman ini adalah tanaman berkeping satu yang masuk dalam genus Elais, family Palmae, kelas divisio Monocotyledonae, subdivisio Angiospermae dengan divisio Spermatophyta.

Nama Elaeis berasal dari kata Elaion yang berarti minyak dalam bahasa Yunani, guineensis berasal dari kata Guinea yang berarti Afrika. Jacq berasal dari nama botanis Amerika yang menemukannya, yaitu Jacquine. Tanaman kelapa sawit baru dapat berproduksi setelah berumur sekitar 30 bulan.

Produktivitas tanaman kelapa sawit meningkat ketika berumur tahun dan akan menurun kembali setelah berumur tahun. Setiap pohon kelapa sawit dapat menghasilkan TBS per tahun dengan berat kg per tandan tergantung umur tanaman. Dalam satu tandan, terdapat brondolan dengan berat satu brondolan berkisar g [1].

Minyak Kelapa Sawit Minyak sawit mengandung asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh dengan persentase yang hampir sama. Asam lemak yang pada rantai hidrokarbonnya terdapat ikatan rangkap disebut asam lemak tidak jenuh, dan apabila tidak terdapat ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya disebut asam lemak jenuh.

Asam palmitat dan asam oleat merupakan asam lemak yang dominan terkandung dalam minyak sawit, sedangkan kandungan asam lemak linoleat dan asam stearatnya sedikit [2]. Kandungan asam palmitat yang tinggi ini membuat minyak sawit lebih tahan terhadap oksidasi ketengikan dibanding jenis minyak lain.

Asam oleat merupakan asam lemak tidak jenuh rantai panjang dengan panjang rantai C18 dan memiliki satu ikatan rangkap.

Jumlah DALMS yang dihasilkan dari proses pemurnian minyak sawit di Indonesia sangat besar dan diprediksikan akan meningkat di tahun-tahun mendatang [4]. Selama proses pemurnian DALMS merupakan by-product pada tahap deasidifikasi- deodorisasi yang mengandung beberapa bahan fitokimia [6]. Tabel 1. Saponifikasi dilakukan dengan menambahkan basa pada minyak yang akan dimurnikan. Sabun yang terbentuk dari proses ini dapat dipisahkan dengan 30 sentrifugasi. Penambahan basa pada proses saponifikasi akan bereaksi dengan asam lemak bebas membentuk sabun yang mengendap dengan membawa serta lendir, kotoran dan sebagian zat warna.

Saponifikasi adalah suatu proses untuk memisahkan asam lemak bebas dari minyak atau lemak dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan basa atau pereaksi lainnya sehingga memmbentuk sabun soap stock.

Sabun merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi kimia antara kalium atau natrium dengan asam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani. Sabun yang dibuat dengan NaOH dikenal dengan sabun keras, sedangkan sabun yang dibuat dengan KOH dikenal dengan sabun lunak.

Sabun dibuat dengan dua cara yaitu proses saponifikasi dan proses netralisasi minyak. Proses saponifikasi minyak akan memperoleh produk sampingan yaitu gliserol, sedangkan proses netralisasi tidak akan memperoleh gliserol. Proses saponifikasi terjadi karena reaksi antara trigliserida dengan alkali, sedangkan proses netralisasi terjadi karena reaksi asam lemak bebas dengan alkali [11].

Sabun dikenal luas dan sangat penting sebagai penurun tegangan permukaan. Karena itu sabun merupakan salah satu jenis surfaktan. Sabun asam lemak sangat baik menghilangkan kotoran tanah dan sangat baik mensuspensi minyak pada proses pencucian [12]. Sabun merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi kimia antara basa natrium atau kalium dengan asam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani.

Pada umumnya sabun ditambahkan zat pewangi atau antiseptik. Alkali bebas adalah alkali dalam sabun yang tidak terikat sebagai senyawa sabun. Kelebihan alkali dalam sabun mandi tidak boleh melebihi 0. Hal ini disebabkan karena alkali mempunyai sifat yang keras dan dapat mengakibatkan iritasi pada kulit.

Sabun dengan kadar alkali yang lebih besar biasanya digolongkan ke dalam sabun cuci [14]. Asam lemak bebas terbentuk karena terjadinya reaksi hidrolisis terhadap minyak yang mengalami ketengikan. Asam lemak bebas dalam minyak tidak dikehendaki karena degradasi asam lemak bebas tersebut menghasilkan rasa dan bau yang tidak disukai. Oleh sebab itu, dalam pengolahan minyak diupayakan kandungan asam lemak bebas serendah mungkin [15].

Tabel 3. Metabolit sekunder disintesis terutama dari metabolit-metabolit primer seperti asam amino, asetil Co-A, asam mevalonat dan zat antara dari jalur shikimat. Pada dasarnya tumbuhan yang berpotensi sebagai tumbuhan obat memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti alkaloid, terpenoid, fenolik, steroid, dan flavonoid dengan jumlah yang sangat bervariasi [16].

Tabel 4. Tokotrienol mempunyai efek fisiologis yang lebih luas dari tokoferol. Oleh karena kandungan DALMS yang masih mengandung senyawa bioaktif multi komponen maka perlu dikarakterisasi [18]. Vitamin E merupakan antioksidan yang larut lemak. Vitamin ini banyak terdapat dalam membran eritrosit dan lipoprotein plasma. Vitamin E mudah didapat dari bagian bahan makanan yang berminyak atau sayuran. Vitamin E banyak terdapat pada buah-buahan, susu, mentega, telur, sayur-sayuran, terutama kecambah [19].

Vitamin E adalah vitamin yang larut dengan baik dalam lemak dan melindungi tubuh dari radikal bebas. Vitamin E juga berfungsi mencegah penyakit hati, mengurangi kelelahan, membantu memperlambat penuaan karena vitamin E berperan dalam suplai oksigen ke darah sampai dengan ke seluruh organ tubuh. Vitamin E juga menguatkan dinding pembuluh kapiler darah dan mencegah kerusakan sel darah akibat racun [20]. Baik tokoferol maupun tokotrienol bersifat sangat non polar dan selalu ada pada fase lemak [21].

Tokoferol Tokoferol berbentuk cairan yang bersifat transparan, kental, sedikit berbau dan mempunyai warna berkisar dari kuning muda sampai coklat kemerahan. Tokoferol bersifat tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik seperti etanol, kloroform, dan heksana. Senyawa tersebut dilaporkan bekerja sebagai scavenger radikal bebas oksigen, peroksidasi lipid, dan oksigen singlet. Tokotrienol merupakan antioksidan potensial dan lebih efektif dibandingkan tokoferol.

Hal ini berkaitan dengan distribusi yang lebih baik pada lapisan berlemak membran sel [24]. Fitosterol Fitosterol dan fitostanol, juga disebut sebagai sterol dan stanol tumbuhan adalah penyusun sayuran dan menjadi konstituen normal diet manusia. Keduanya secara struktural mirip dengan kolesterol, tetapi berbeda struktur rantai sampingnya. Fitosterol dan fitostanol adalah bubuk dengan titik lebur yang tinggi. Fitostanol dan esterfitosterol adalah bahan kimia yang stabil, memiliki sifat kimia dan fisik yang cocok untuk lemak dan minyak makan.

Senyawa ini tidak dapat larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut non-polar, seperti heksana, iso-oktana dan 2-propanol. Ester juga larut dalam lemak nabati dan minyak [25]. Sesudah dipurifikasi, fitosterol tampak sebagai bubuk putih dengan bau lembut yang khas.

Senyawa ini banyak digunakan sebagai bahan tambahan pangan obat-obatan dan kosmetik. Fitosterol merupakan triterpena yang penting demi menjaga struktur membran tumbuhan, dan dalam bentuk senyawa organik bebas, fitosterol digunakan untuk menjaga keseimbangan membran fosfolipid dari sel tumbuhan, seperti kolesterol pada membran sel hewan [26].

Skualen merupakan senyawa alami yang diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Sabun dari distilat asam lemak minyak sawit mengandung senyawa bioaktif berupa vitamin E, fitosterol dan skualen yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri farmasi, pangan dan kosmetik. Paper presented on 72nd world congress of the international association of seed crusher, industry challenges for the 21st century, 17th — 20th september , Regent hotel, Sydney Australia.

Oil Palm Industry Economic Journal. Malaysian Palm Oil Board. Food Chemistry. Dilihat tanggal 24 Agustus Choo, A. Ma, and C. American J of App Sci 4 6 : Program Pascasarjana UGM. Process for the Production of Tocotrienol. US Patent 6,, Jakarta : Universitas Indonesia. Jakarta 10 Pasaribu, N. Minyak Buah Kelapa Sawit. Jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

6 ALTENBERICHT PDF

JURNAL SAPONIFIKASI PDF

Mejinn It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to the public administration sciences. Editorial Team has the right to edit the manuscript as far as not changing the substance of its contents. If you need a step by step tutorial for online submission and our journal template, you download it on the jyrnal sidebar. Peningkatan Kadar Eugenol Pada Minyak Atsiri Cengkeh Dengan Metode Saponifikasi-distilasi Vakum The Indonesian Journal of Biotechnology IJBiotech is an open access, peer-reviewed, multidisciplinary journal dedicated to the publication of novel research in all aspects of biotechnology, with particular attention paid to the exploration and development of natural products derived from tropical—and especially Judnal. JSV encourages papers providing results that have clear implications for understanding disease pathogenesis and for the development of control measures or treatments, as well as those dealing with a comparative biomedical approach, which represents a substantial improvement to animal and human health. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format. Manufacturing saaponifikasi, materials processing technologies, conventional and non-conventional machining, powder metallurgy, casting, welding, additive manufacturing and rapid prototyping, automation.

AKU BANGGA JADI ANAK PKI PDF

Gujinn Thus the editorial board accept the articles within the scope of literary studies with various application of theory. Please see our Authors Guideline for information on article submission. We have a mission to build scientific sxponifikasi foundations in theoretical and applied physics to support education, research and community service in Indonesia. Issues are published three times per year in February, June, and Octoberand sinceall articles are published exclusively in English. Secondly, the journal aims to provide a general multi-disciplinary forum for discussion and debate of news and issues concerning veterinary science. All papers should jyrnal on the novelty of the research carried out. Thirdly, to promote the dissemination of knowledge to a broader range of professions, globally.

Related Articles