ASBABUL WURUD PDF

Dari ketiga definisi tersebut bisa disimpulkan bahwa asbabul wurud adalah konteks historisitas, baik berupa peristiwa-peristiwa atau pertanyaan-pertanyaan yang lainnya yang terjadi pada saat hadits tersebut di sabdakan oleh Nabi SAW, dapat berfungsi sebagai acuan analisis dalam menentukan apakah hadits tersebut bersifat khusus, umum, mutlak atau muqoyyad, naskh atau mansukh dan lain sebagainya. Adapun sasaran dalam mempelajari ilmu ini adalah Setiap hadits yang secara tegas mempunyai asbabul wurud. Mengeluarkan sabdanya. Contohnya antara lain firman Allah Swt. Nabi SAW. S al-Luqman: 13 2.

Author:Mezile Faushura
Country:Namibia
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):25 June 2011
Pages:421
PDF File Size:13.3 Mb
ePub File Size:15.6 Mb
ISBN:520-3-54583-892-6
Downloads:36374
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulunos



Dari ketiga definisi tersebut bisa disimpulkan bahwa asbabul wurud adalah konteks historisitas, baik berupa peristiwa-peristiwa atau pertanyaan-pertanyaan yang lainnya yang terjadi pada saat hadits tersebut di sabdakan oleh Nabi SAW, dapat berfungsi sebagai acuan analisis dalam menentukan apakah hadits tersebut bersifat khusus, umum, mutlak atau muqoyyad, naskh atau mansukh dan lain sebagainya.

Adapun sasaran dalam mempelajari ilmu ini adalah Setiap hadits yang secara tegas mempunyai asbabul wurud. Mengeluarkan sabdanya. Contohnya antara lain firman Allah Swt.

Nabi SAW. S al-Luqman: 13 2. Sebab yang berupa Hadits. Hakim Dalam memahami Hadits tersebut, ternyata para sahabat merasa kesulitan, maka mereka bertanya: Ya Rasul! Suatu ketika Nabi SAW bertemu dengan rombongan yang membawa jenazah.

Kemudian Nabi SAW bertemu lagi dengan rombongan yang membawa jenazah lain. Nabi menjawab: ia benar. Melalui mulut merekalah, malaikat akan menyatakan tentang kebaikan dan keburukan seseorang. Al-Hakim dan Al-Baihaqi Dengan demikian, yang dimaksud dengan para malaikat Allah di bumi yang menceritakan tentang kebaikan keburukan seseorang adalah para sahabat atau orang-orang yang mengatakan bahwa jenazah ini baik dan jenzah itu jahat.

Sebab yang berupa perkaitan yang berkaitan dengan para pendengar dikalangan sahabat. Abdurrazzaq Dalam Kitab Al-Mushannafnya. Urgensi Asbabul Wurud dan Cara Mengetahuinya Asbabul wurud mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka memahami suatu hadis. Sebab biasanya hadis yang disampaikan oleh Nabi bersifat kasuistik, cultural, bahkan temporal. Oleh karenanya, memperhatikan konteks historisitas munculnya hadis sangat penting, karena paling tidak akan menghindarkan kesalahpahaman dalam menangkap maksud suatu hadis.

Sedemikian rupa sehingga kita tidak terjebak pada teksnya saja, sementara konteksnya kita abaikan atau kita ketepikan sama sekali. Pemahaman hadis yang mengabaikan peranan asbabul wurud akan cenderung bersfat kaku, literalis-skriptualis, bahkan kadang kurang akomodatif terhadap perkembangan zaman. Adapun urgensi asbabul wurud menurut imam as-Suyuthi antara lain untuk: 1. Menentukan adanya takhsish hadis yang bersifat umum.

Membatasi pengertian hadis yang masih mutlak. Mentafshil memerinci hadis yang masih bersifat global. Menentukan ada atau tidak adanya nash-mansukh dalamsuatu hadis. Artinya dapat berarti shalat fardhu dan sunnat. Inilah yang dimaksud dengan takhshish, yaitu menentukan kekhususan suatu hadits yang bersifat umum, dengan memperhatikan konteks asbabul wurud.

Asbabul wurud hadits tersebut adalah bahwa ketika itu dimadinah dan penduduknya sedang terjangkit suatu wabah penyakit. Maka kebanyakan para sahabat lalu melakukan shalat sunnah sambil duduk. Pada waktu itu, nabi kebetulan datang dan tahu bahwa mereka suka melakukan shalat sunnat tersebut sambil duduk.

Mendengar pernyataan nabi tersebut, akhirnya para sahabat yang tidak sakit memilih shalat sunnat sambil berdiri.

Pengertiannya adalah bahwa bagi orang yang sesungguhnya mampu melakukan shalat sunnah sambil duduk, maka ia akan mendapat pahala separoh dari orang shalat sunnat dengan beridiri. Dengan demikian, apabila seseorang memang tidak mampu melakukan shalat sambil berdiri -mungkin karena sakit-, baik shalat fardhu atau shalat sunnat, lalu ia memilih shalat dengan duduk, maka ia tidak termasuk orang yang disebut-sebut dalam hadis tersebut.

Sunnah merupakankata yang mutlaq baik yang mempunyai dasar pijakan agama atau tidak. Asbabul wurud dari hadis tersebut adalah ketika itu Nabi SAW sedang bersama-sama sahabat. Tiba tiba datanglah sekelompok orang yang kelihatan sangat susah dan kumuh. Ternyata mereka adalah orang-orang miskin. Melihat fenomena itu, Nabi SAW wajahnya menjadi merah, karena merasa empati, iba dan kasihan. Mendengar anjuran itu, maka salah seorang dari sahabat Anshar lalu keluar membawa satu kantong bahan makanan dan diberikan kepada mereka.

Ternyata yang dilakukan oleh Anshar itu kemudian diikuti oleh para sahabat yang lain. Adapun cara mengetahui asbabul wurudnya sebuah hadits adalah dengan melihat aspek riwayat atau sejarah yang berkaitan dengan peristiwa wurudnya hadis, sebab-sebab wurudnya hadis, ada yang sudah tercantum pada matan hadis itu sendiri, ada yang tercantum pada matan hadits lain.

Dalam hal tidak tercantum, maka ditelusuri melalui riwayat atau sejarah atas dasar pemberitaan para sahabat. Pada suatu malam aku terbangun, namun beliau tidak ada. Kemudian Rasulullah bercerita : aku telah mendengar suara seperti gemuruhnya suara lebah dan datanglah seorang malaikat yang menyuruh aku dst. Keterangan Yang datang kepada nabi adalah malaikat pembawa kabar gembira yang menerangkan bahwa nabi boleh memilih diantara dua yang beliau sukai yakni separuh umatnya masuk surga atau hak syafaat.

Beliau memilih syafaat sehingga seluruh umat beliau akan masuk surga asalkan tidak berbuat syirik. Diriwayatkan oleh al khatib dalam tarikhnya dari anas bin malik Sababul wurudnya adalah kata anas, muawiyah salah satu seorang penulis wahyu jika ia lengah atau lupa mencatat wahyu yang diterimanya dari nabi ia meletakkan penanya kedalam mulutnya. Maka bersabdalah rasulullah: jika engkau menulis, letakkan penamu di telingamu Keterangan Hadits ini mengisyaratkan perlunya persiapan dan pemusatan pikiran di saat menulis dan mempelajari ilmu.

Diriwayatkan oleh Thahawi dalam al-atsar dari buraidah r. Kami singgah, sedangkan jumlah kami semuanya hampir 1. Beliau mengerjakan shalat dua rakaat bersama kami. Kemudian beliau menghadapkan mukanya kepada kami.

Air maya beliau mengalir membasahi pipi. Umar pun berdiri dan bersedia menggantikannya segala apayang dihadapi nabi dengan dirinya. Maka mengalirlah air mataku sebagai tanda kasih sayang kepadanya yang melepaskannya dari api neraka. Sesungguhnya aku pernah melarang kamu…. Kitab-Kitab yang Berbicara tentang Asbabul Wurud Ilmu mengenai asbabul wurud al-hadis ini sebenarnya telah ada sejak zaman sahabat. Hanya saja ilmu ini belum tersusun secara sistematis dalam suatu bentuk kitab-kitab. Namun kemudian, seiring dengan perkembangan dunia keilmuan waktu itu, ilmu asbab al-wurud menjadi berkembang.

Para ulama ahli hadis rupa-rupanya merasakan perlunya disusun suatu kitab secara tersendiri mengenai asbabul wurud. Adapun kitab-kitab yang banyak berbicara mengenai asbabul wurud antara lain adalah: Asbabu wurud al-Hadis karya Abu hafs al-Ukbari w. Kitab tersebut juga tidak sempat sampai ketangan kita.

Kitab tersebut sudah ditahqiq oleh Yahya Ismail Ahmad. Raja Grafindo Persada, , hlm.

CREANGA DE AUR SADOVEANU PDF

Menu utama

Karena istilah tersebut biasa dipakai dalam diskursus ilmu hadis, maka asbabul wurud dapat diartikan sebagai sebab-sebab atau latar belakang background munculnya suatu hadis. Sesuatu yang menjadi thoriq metode untuk menentukan suatu Hadis yang bersifat umum, atau khusus, mutlak atau muqayyad, dan untuk menentukan ada tidaknya naskh pembatalan dalam suatu Hadis. Dengan demikian, nampaknya kurang tepat jika definisi itu dimaksudkan untuk merumuskan pengertian asbabul wurud menurut Said Agil Husin Munawwar untuk merumuskan pengertian asbabul wurud, perlu mengacu kepada pendapat hasbi ash-shiddiqie. Menuturkan sabdanya dan masa-masa nabi SAW. Ia dapat berfungsi sebagai pisau analisis untuk menentukan apakah Hadis itu bersifat umum atau khusus, mutlaq atau muqayyad, naskh atau mansukh dan lain sebagainya. Dengan demikian, dalam perspektif ini mengetahui asbabul wurud bukanlah tujuan ghayah , melainkan hanya sebagai sarana washilah untuk memperoleh ketepatan makna dalam memahami pesan moral suatu Hadis. Pertama, ada kalanya suatu hadist lahir karena Rasulullah ditanya tentang sesuatu hal oleh para sahabat.

GRAND MASSIF PISTE MAP PDF

Cara Memahami Hadis: Mengenal Asbabul Wurud

Com — Dalam kajian ilmu hadis telah dikenal adanya ilmu asbab al-wurud. Karena istilah ini biasa dipakai dalam diskursus ilmu hadis, maka asbab al-wurud biasa diartikan dengan segala sesuatu sebab-sebab yang melatar belakangi munculnya suatu hadis atau konteks historisitas, baik berupa peristiwa-peristiwa atau pertanyaan-pertanyaan atau lainnya yang terjadi pada saat hadis itu disampaikan oleh Nabi Saw. Asbab al-wurud dapat berfungsi sebagai pisau analisis untuk menentukan apakah hadis itu bersifat umum atau khusus, mutlaq atau muqayyad, nasakh atau mansukh, dan sebagainya. Dalam kajian fiqh al-hadis, asbab al-wurud mempunyai peranan yang sangat penting, karena dapat menghindarkan dari kesalahpahaman missunderstanding dalam menangkap maksud suatu hadis. Maka Sebelum seseorang memahami hadis nabi, ia harus mengetahui Asbab al-wurud hadis latar belakang hadis terlebih dahulu. Jika dalam al-Quran terdapat asbab al-Nuzul latar belakang turunnya ayat maka di dalam hadis terdapat asbab al-wurud, dan perlu diketahui tidak semua hadis nabi memiliki asbab al-wurud-nya.

EL GUION ROBERT MCKEE PDF

Dalam setiap hadis ada yang mempunyai asbab al-wurud ada pula yang tidak. Hadis yang memiliki asbab al-wurud, dapat terbagi menjadi dua; hadis yang asbab al-wurud-nya disebutkan di dalam redaksi hadis tersebut, dan hadis yang asbab al-wurud-nya tidak disebutkan dalam hadis, atau yang asbab al-wurud-nya disebutkan dalam redaksi hadis lain. Contoh hadis yang asbab al-wurud-nya disebutkan di dalam redaksi hadis tersebut adalah hadis tentang Jibril yang bertanya tentang islam, iman, dan ihsan. Sedangkan contoh hadis yang asbab al-wurud-nya tidak tampak dalam suatu redaksi hadis misalnya hadis tentang Niat, dan sebagainya. Definisi Asbab al-Wurud Menurut bahasa, asbab al-wurud merupakan susunan idhafah dari kata asbab dan al-wurud. Asbab adalah bentuk jamak dari kata sabab, yang berarti segala sesuatu yang dapat menghubungan kepada sesuatu yang lain, atau penyebab terjadinya sesuatu. Dengan demikian, secara sederhana kata asbab a- wurud al hadis berarti sebab-sebab munculnya hadis1.

DISTILL POSTSCRIPT TO PDF

Pendahuluan A. Latar Belakang Hadis atau sunnah merupakan salah satu sumber ajaran islam yang menduduki posisi sangat signifikan, baik secara struktural maupun fungsional. Untuk itu, diperlukan seperangkat metodologi dalam memahami Hadis. Sebagian Hadis mempunyai asbabul wurud khusus, tegas dan jelas, namun sebagian yang lain tidak. Untuk katagori pertama, mengetahui asbabul wurud mutlak diperlukan, agar terhindar dari kesalahpahaman misunderstanding dalam menangkap maksud suatu Hadis.

Related Articles